Skip to content

RUU Pertembakauan Lindungi Petani

foto: suaramerdeka.com/ doc

foto: suaramerdeka.com/ doc

JAKARTA, suaramerdeka.com – Rancangan Undang-undang Pertembakauan yang telah dibahas di tingkat badan legislasi (Baleg) diyakini akan melindungi kepentingan petani tembakau. DPR melihat RUU ini penting untuk menjamin keberlangsungan 32 juta rakyat Indonesia yang terkait dengan keberadaan sektor ini.

“RUU ini bertujuan melindungi kepentingan petani dan menjamin pendapatan negara meningkat. Selama ini para petani ini kurang diperhatikan kelangsungannya meskipun memberikan kontribusi besar bagi APBN,” kata Ketua Badan Legislasi (Baleg) Supratman Andi Agtas dari Fraksi Gerindra, Jumat,(26/9).

Keseriusan DPR dalam menggolkan RUU ini terlihat dari upaya meningkatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dari sebelumnya sebesar 2 persen (ketentuan saat ini sesuai dengan UU 37/2007) menjadi 20 persen dari total penerimaan negara yang berasal dari cukai serta membatasi impor tembakau menjadi hanya 20 persen dari sebelumnya 50 persen dengan masa transisi 3 tahun ke depan.

Ia menyatakan cukai tembakau tahun ini sebesar Rp 136 triliun, dan tahun depan diprediksi menjadi Rp 145 triliun. “20 persen DBHCHT akan dialokasikan untuk kesejahteraan petani tembakau, namun ini belum final, ini akan dibahas dengan pemerintah, instansi beacukai dan saya perkirakan ini akan alot,” jelasnya.

Ketua Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI), Budiyono menyatakan pemerintah selama ini kurang memperhatikan nasib petani tembakau. “Pemerintah ini benci tapi rindu pada tembakau. Mau pendapatan dari cukai rokok tetapi tidak mau membela ketika ketika rokok dikecam oleh kelompok anti tembakau,” ujarnya. Pemerintah seharusnya lebih melindungi nasib petani tembakau dengan memberikan insentif untuk meningkatkan produktivitasnya.

Anggota DPR Komisi VI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menyatakan DBHCHT akan dialokasikan dalam 3 sektor, yakni untuk inprastruktur petani tembakau, kesehatan yang berkaitan penyakit akibat rokok dan aspek lingkungan.

“RUU Pertembakauan sudah sedemikian bagus dan komprehensif, namun tidak langsung memberikan solusi yang tepat untuk semua kepentingan,” tuturnya. Pada RUU Pertembakauan 75 persen persen dari dana bagi hasil akan dikembalikan pada petani.

SUMBER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *