Skip to content

Kepala UPT PSMB-LT Jember Himbau ASN dan PTT-PK di Lingkungan Kerjanya untuk Tidak Mudik

Kepala UPT PSMB-LT Jember Himbau ASN dan PTT-PK di Lingkungan Kerjanya untuk Tidak Mudik

Larangan mudik untuk mengantisipasi penyebaran virus covid-19 sebagaimana himbauan dari pemerintah, diterapkan secara konsisten di lingkungan UPT PSMB-LT Jember.

Sebanyak 17 staf dan pegawai, baik yang berstatus ASN maupun PTT-PK tidak ada satupun yang meninggalkan wilayah Kabupaten Jember, meski beberapa diantaranya berasal dari luar daerah.

Konsistensi staf dan pegawai di lingkungan UPT PSMB-LT tersebut tidak lepas dari Surat Nota dinas Sekretariat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Nomor 800/486/ND 125.1/2021 perihal Absen E-presensi mobile selama hari libur atau cuti bersama serta surat dari Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor :800/2625/204.3/2021 perihal penjelasan SE Gubenur nomor : 800/2230/204.3/2021 pada tanggal 27 April 2021.

Berdasarkan kedua surat itu pula, Kepala UPT PSMB-LT Jember, Ir. Siti Andriati Widartien, M.Si tidak bosan-bosannya memberikan himbauan serta mengingatkan staf dan pegawai untuk tidak mudik.

Himbauan tersebut selain disampaikan secara langsung pada setiap kesempatan juga berulangkali dishare melalui grup WA Lembaga Tembakau Jember.

Himbauan dari Kepala UPT tersebut diapresiasi oleh Tristiyanto, S.Si, Staf Fungsional Penguji Mutu Barang, Seksi Pengembangan Jasa Penilaian Kesesuaian dan Kalibrasi.

Tristiyanto yang berasal dari Surabaya merasa termotivasi mendengar himbauan dari pimpinannya sehingga menguatkan diri untuk tetap berada di Jember sepanjang Hari Raya Idul Fitri.

“Sudah dua kali lebaran ini saya tidak mudik karena mengikuti anjuran dari pemerintah. Sebenarnya merasa berat, karena mudik sudah menjadi tradisi. Tapi dengan tidak mudik justru menjadi pilihan terbaik, karena dapat meminimalisir penyebaran virus corona,” papar Tristiyanto.

Budi Nugraeni, S.T., Kepala Seksi Pelayanan Teknis Jasa Penilaian Kesesuaian dan Kalibrasi yang berasal dari Malang juga sudah dua tahun ini tidak mudik.

“Saya lebih memilih menghabiskan waktu lebaran di rumah dinas bersama suami daripada mudik yang tidak menutup kemungkinan dapat terpapar covid-19. Selain itu, sebagai ASN saya wajib mematuhi anjuran pemerintah yang mewajibkan masyarakat untuk tidak mudik pada lebaran kali ini,” kata Budi Nugraeni.

Terkait dengan larangan mudik dalam peringatan Hari Raya Idul Fitri tahun ini, sebelumnya Gubernur Jawa Timur melalui Surat Edaran Nomor: 800/2230/204.3/2021 tanggal 21 April 2021 tentang pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau mudik dan/atau cuti bagi Aparatur Sipil Negara di lingkungan pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam masa pandemi corona virus Disease 2019 (Covid-19, menyampaikan beberapa hal sebagai berikut.

  1. pegawaqi ASN dan PTT-PK dilarang melakukan kegiatan bepergian ke luar Daerah dan/atau Mudik dan/Atau cuti mulai tanggal 06 sampai dengan 17 mei 2021 sesuai ketentuan sebagaimana SE Gubernur Jawa Timur
  2. Setiap ASN dan PTT-PK wajib melakukan absen melalui e-presensi mobile setiap hari selama periode tersebut dengan ketentuan selama hari libur atau cuti bersama untuk melakukan absen WFH sebanyak 3 (Tiga) kali
  3. Bagi ASN dan PTT-PK yang berdomisili di luar kota tempat bekerja, agar menyiapkan surat keterangan yang ditandatangani oleh kepala perangkat daerah
  4. Pemerintah Provinsi jawa Timur telah membentuk Tim Pemantauan Larangan Melakukan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah selama libur Idul fitri 2021, sehingga jika ASN & PTT-PK yang melaksanakan bepergian ke luar daerah dan/atau mudik dan/atau cuti akan dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang/berat sesuai dengan pelanggaran dan dampak/akibat perbuatanya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *