Skip to content

Tiga Kepala UPT Paparkan Pembanganunan ZI menuju WBK/WBBM di Hadapan Kepala Disperindag Jatim

Pada bulan Mei 2022, Tim Penilai Nasional WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) dari Kemenpan-RB direncanakan akan melakukan penilaian administrasi dan kinerja kepada 3 UPT di bawah Disperindag Prov Jatim, diantaranya adalah UPT PSMB-LT Jember, UPT PSMB-LT Surabaya dan UPT Industri Kayu dan Produk Kayu Pasuruan.

Guna mempersiapkan penilaian administrasi dan kinerja tersebut Kepala Disperindag Jatim, Dr. Ir. Drajat Irawan, S.E., S.H., M.T. mengundang Kepala UPT dari ketiga instansi tersebut untuk mengetahui sejauh mana persiapan yang dilakukan oleh masing-masing UPT sekaligus membahas pembangunan zona integritas (ZI) menuju WBK dan WBBM.

Pembangunan ZI menuju WBK/WBBM sendiri bertujuan untuk pencegahan korupsi, kolusi dan nepotisme serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pada acara yang digelar di Ruang Rapat Disperindag Prov. Jatim, JL. Siwalankerto Utara II/42 Surabaya pada Senin (11/4/2022) tersebut, selain mendengar paparan dari ketiga Kepala UPT, Kepala Disperindag Jatim juga memberikan masukan terkait persiapan yang harus dilakukan masing-masing UPT dalam menghadapi penilaian yang akan dilakukan oleh Tim Penilai Nasional WBK/WBBM Kemenpan-RB.

Beberapa masukan dari Kepala Disperindag Jatim diantaranya adalah perlunya optimalisasi pembangunan ZI menuju WBK/WBBM agar dapat mencapai predikat tersebut. Sementara untuk pemenuhan segala aspek persyaratannya dibutuhkan kekompakan tim dan dukungan dari pihak terkait.

“Bagi yang WBK perlu untuk melakukan study tiru ke UPT PSMB-LT Jember yang sudah terlebih dahulu mendapatkan predikat WBK,” ungkap Drajat.

Selain itu, Kepala Disperindag Jatim juga menekankan pentingnya pengembangan sistem informasi.

“Pengembangan sistem informasi dapat memanfaatkan keberadaan personil yang memiliki kemampuan di bidang IT ataupun melakukan kerjasama dengan akademisi di bidang pengembangan sistem informasi untuk peningkatan pelayanan,” ujar  Drajat Irawan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *